Rabu, 11 November 2015

Penderitaan Rakyat Indonesia di Masa Penjajahan Belanda



 Nama : Restu Agus Baysa

Jurusan : Pendidikan Sejarah Off D 2015

 
PENDERITAAN RAKYAT INDONESIA DI MASA PENJAJAHAN BELANDA

Belanda menjajah Indonesia selama 350 tahun. Bangsa Belanda menjajah bangsa Indonesia pada tahun 1592 sampai 1942. Bangsa Belanda pertama kalinya datang ke Indonesia dengan sikap dan sifat yang ramah. Namun pada tahun-tahun berikutnya, bangsa Belanda berubah sikap dan sifatnya menjadi kejam dan memperbudak rakyat Indonesia

A. Penjajahan Bangsa Belanda di Indonesia
Bangsa Belanda pergi ke Indonesia pertama kalinya pada tahun 1596. Mereka mendarat di Banten dipimpin oleh Cornelius de Hutman yang didampingi oleh De Keyser. Tujuan Asli dari bangsa Belanda ialah mencari rempah-rempah. Pada saat masa itu, rempah-rempah yang dihasilkan oleh rakyat Indonesia sangat dibutuhkan oleh bangsa-bangsa yang berada di Eropa dan rempah-rempah rakyat Indonesia digolongkan sebagai rempah-rempah terbaik di Dunia.
Pada tahun 1602. Belanda membentuk kongsi dagang yang bernama VOC (Vereenigde Oast Compagnie) artinya persekutuan dagang Hidia Timur. Orang Indonesia menyebutnya Kompeni. Belanda mengangkat Pieter Both sebagai Gubernur Jendral VOC yang pertama menjalankan VOC. Belanda membuat VOC dengan tujuan untuk menguasai Indonesia dan mengendalikan harta yang dihasilkan oleh bangsa Indonesia serpeti tanah dan hasil tumbuh-tumbuhan.
VOC juga diperintah Belanda diberi hak untuk melakukan monopoli perdagang di wilayah Indonesia. Hak dan kekuasaan itu diantaranya mengadakan perjanjian dengan raja-raja, membentuk angkatan perang, mencetak uang sendiri, mengangkat pegawai, menyatakan perang, memungut pajak, Dengan telah terlibat pemerintahan Belanda di wilayah Indonesia berarti Belanda menjajah Indonesia.
Faktor-faktor yang menyebabkan Belanda menguasai wilayah Indonesia antara lain : pada masa itu sifat-sifat ke daerahan lebih kuat sehingga lebih mudah diadu domba, letak geografis Indonesia, dan dilator belakang keadaan masyarakat yang miskin dan kurang wawasan pendidikan sehingga dapat mengakibatkan sulitnya berkomunikasi.
B. Bentuk-Bentuk Penjajahan Bangsa Belanda Terhadap Indonesia
Monopoli perdagangan yang dilakukan oleh Belanda dengan organisasi VOC mengakibatkan rakyat Indonesia sulit untuk hidup setelah dikelurkan dua aperaturan, yaitu :
1.      Rakyat menjual hasil rempah-rempah hanya kepada VOC
2.      Jenis tanaman dan tempat menanam rempah-rempah ditentukan oleh VOC
Kedudukan Belanda semakin kuat sehingga John Pieterzoon Coen dapat menyebut kota Jayakarta(Jakarta) dan mengganti nama dengan Batavia. Kota Batavia yang dikuasai Belanda itu dijadikan sebagai pusat kegiatan VOC dan pusat pemerintahan di seluruh wilayah Indonesia
Banyak penderitaan yang dialami oleh rakyat Indonesia dulu diakibatkan oleh Belanda itu semakin berat karena belanda mengadakan Kerja Paksa/Kerja Rodi. Tenaga kerja rakyat Indonesia dikuras habis oleh Belanda dan Belanda sangat kejam bagi Indonesia pada jaman dulu.
Karena Kebijakan Ekonomi Belanda, rakyat Indonesia terutama raktay kecil itu mengalami kerugian yang besar. Karena kebijakan ekonomi Belanda dikenal dengan sebutan Pajak Tanah. Pada kebijakan itu disebutkan bahwa semua tanah menjadi hak milik pemerintahan Belanda, oleh karena itu, para petani berkewajiban membayar sewa tanah kepada Belanda, pemungutan itu dilakukan oleh Belanda secara Paksa.
C. Gambaran Penderitaan Bangsa Indonesia


Rakyat Indonesia di jaman pemerintahan Belanda sangat merugi dan menderita. berikut ini adalah gambaran Rakyat Indonesia menderita karena pemerintahan Belanda :
1.      Kerja Paksa : Rakyat harus berkerja tampa diberi upah dan makan sehingga banyak penduduk Indonesia yang mati dan kelaparan
2.      Tanam Paksa : Petani dipaksa menanam tananan yang ditentukan oleh Belanda dan hasil panennya harus dijual kepada Belanda dengan harga yang murah
3.      Monopoli perdagangan : penjajah memaksa petani agar menjual hasil pertanian dengan harga murah sehingga banyak petani yang mengalami kerugian
4.      Perbudakan yang dilakukan oleh belanda
5.      Penyiksaan : apabila rakyatt melanggar atau memberontak, penjajah tidak segan-segan meyiksa dengan cambuk atau dibuang ke daerah lain, bahkan dihukum gantung
Dalam kurun waktu 350 tahun, banyak sekali rakyat Indonesia yang menderita karena Belanda dan banyak rakyat Indonesia yang kelaparan bahkan mati karena penyiksaan dari Bangsa Belanda. berbagai penderitaan akibatr penajajahan, antara lain :
1.         Pelaksanaan rodi atau kerja paksa siang dan malam
2.         Tanah rakyat dirampas untuk kepentingan penjajah
3.         Pemberontakan kepada Belanda akan mendapatkan hokum badan
4.         Banyak penduduk yang dijual ke luar negeri
5.         Anak-anak pribumi dilarang untuk bersekolah
6.         Rakyat dipaksa membuat jalan dari Anyer sampai Panarukan sepanjang 1.000 km
Jadi penderitaan rakyat Indonesia di masa Belanda pada tahun 1602 sampai 1942 sangat banyak dan lama, juga pada saat itu. Belanda melakukan pemerintahan yang memberatkan rakyat Indonesia. 
referesnsi :
 Nahason.2013.Penderitaan Rakyat Indonesia di Masa Penjajahan Belanda Dan Jepang.(http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Nusantara_%281942-1945%29) diakses pada 12 November 2015.

Sejarah VOC di Indonesia

 Nama : Mahadewi Dinar
Jurusan : Pendidikan Sejarah Off D 2015

 

 Sejarah VOC di Indonesia

Akhir abad ke-16 bangsa Belanda berhadil memperoleh peta-peta informasi ke Timur dari bangsa Italia (Venesia) yang banyak berjasa membuat peta ke Timur yang kemudian digunakan oleh bangsa Portugis. Semenjak itu bangsa Belanda mulai melakukan perjalanan laut ke arah Timur (Asia). Tahun 1595 kapal-kapal niaga Belanda mulai berdagang di daerah Banten dan Sunda Kelapa di bawah pimpinan Cornelis de Houtman. Karena ketidaksopanan Cornelis de Houtman dalam menjalin hubungan dengan penduduk Banten, maka penduduk Banten mengusirnya dari Banten. Tahun 1598 pedagang Belanda datang kembali ke Indonesia di bawah pimimpinan Jacob Van Neck mendarat di Banten. Banyaknya kapal-kapal yang berdagang di wilayah itu pada awalnya menghasilkan keuntungan-keuntungan besar bagi bangsa Belanda, namun pada perkembangan selanjutnya banyak terjadi persaingan yang terjadi antara perusahaan-perusahaan pelayaran hingga menyebabkan kemerosotan keuntungan. Meskipun terjadi kemerosotan keuntungan dalam perdagangannya, Belanda akhirnya dapat menanamkan kekuasaan perdagangan di Indonesia. Akhirnya Pangeran Maurits sebagai raja Belanda memberikan izin kepada Johan van Olden Barnevelt menganjurkan untuk penggabungan semua kongsi dagang itu menjadi sebuah perusahaan dagang besar yang dinamakan Verenigde Oost-indische Compagnie (VOC).

A. AWAL BERDIRINYA VOC
Verenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) atau dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai Persekutuan Dagang Hindia Timur didirikan pada 20 Maret 1602. VOC merupakan gabungan beberapa perusahaan Belanda yang dulunya saling bersaing satu sama lain. Dalam rangka menghentikan persaingan tersebut, empat wilayah di negeri Belanda yaitu Amsterdam, Zeeland, de Maas, dan Noord Holland bergabung dan didirikanlah perusahaan VOC. Pendirian VOC dilengkapi dengan akta Oktroi dari Staaten Generaal (Parlemen Belanda). Akta Oktroi ini yang mendasari VOC mempunyai hak dagang terbentang dari Tanjung Harapan sampai Selat Magellan, termasuk pulau-pulau di selatan Pasifik, kepulauan Jepang, Sri Lanka dan Cina Selatan. Berikut merupakan hak-hak istimewa (hak Oktroi) yang diberikan kepada VOC oleh pemerintah Belanda, diantaranya adalah VOC berhak memonopoli perdagangan, mencetak uang, mengangkat dan memperhentikan pegawai, mengadakan perjanjian dengan raja-raja, memiliki tentara untuk mempertahankan diri dan juga membentuk angkatan perang, mendirikan benteng, menyatakan perang dan damai, mengangkat dan memberhentikan penguasa-penguasa setempat, wewenang untuk membuat undang-undang dan peraturan, serta membentuk pengadilan (Raad van Justitie) dan mahkamah agung (Hoog Gerechtshof).
voc
Gambar: Verenigde Oost-indische Compagnie (VOC)



B. GUBERNUR JENDRAL VOC
Tahun 1610 VOC menunjuk Pieter Both sebagai Gubernur Jendral VOC beserta sejumlah gubernur wilayah. Hal ini dilakaukan untuk memudahkan koordinasi dalam wilayah yang luas. Both merupakan Gubernur Jenderal VOC pertama yang memerintah tahun 1610-1614 di Ambon, Maluku. Jan Pieterzoon Coen yang menjabat 1619-1629 memindahkan pusat VOC dari Ambon ke Jayakarta (Batavia). Karena letaknya strategis di tengah-tengah Nusantara memudahkan pelayaran ke Belanda. Sejak 1620, tempat kedudukan gubernur jendral VOC dipindahkan dari Ternate ke Batavia. Kemudian Maluku dipimpin oleh seorang gubernur jendral yang berkedudukan di Ternate sebagai markas besar VOC sebelumnya. Gubernur jendral Ternate tersebut adalah Frederik de Houtman (1621-1623). Antonio Van Diemen (1636-1645), Joan Maetsycker (1653-1678), Cornelis Speeldman (1681-1684).

pieter both
Gambar: Pieter Both




C. KEGIATAN PERDAGANGAN VOC DI INDONESIA
Setelah berpusat di Batavia, VOC melakukan perluasan kekuasaan dengan pendekatan serta campur tangan terhadap kerajaan-kerajaan di Indonesia antara lain Ternate, Mataram, Banten, Banjar, Sumatra, Gowa serta Maluku. Perluasan kekuasaan Belanda ke daerah-daerah luar Jawa benar-benar berbeda dengan perluasan kekuasaannya di Jawa, karena di sebagian besar daerah luar Jawa tidak pernah ada alasan yang permanen atau sungguh-sungguh untuk menguasai oleh pihak Belanda. Akibat hak monopoli yang dimilikinya, VOC memaksakan kehendaknya sehingga menimbulkan permusuhan dengan kerajaan-kerajaan di Nusantara. Untuk menghadapi perlawanan bangsa Indonesia VOC meningkatkan kekuatan militernya serta membangun benteng-benteng seperti di Ambon, Makasar, Jayakarta dan lain-lain. VOC dapat memperoleh monopoli perdagangan Indonesia karena melakukan beberapa hal diantaranya adalah melakukan pelayaran hongi untuk memberantas penyelundupan. Tindakan yang dilakukan VOC adalah merampas setiap kapal penduduk yang menjual langsung rempah-rempah kepada pedagang asing seperti Inggris, Perancis dan Denmark. Hal ini banyak dijumpai di pelabuhan bebas Makasar. Melakukan Ekstirpasi, yaitu penebangan tanaman milik rakyat. Tujuannya adalah mepertahankan agar harga rempah-rempah tidak merosot bila hasil panen berlebihan. Melakukan sistem Verplichte Leverantien, merupakan perjanjian dengan raja-raja setempat terutama yang kalah perang wajib menyerahkan hasil bumi yang dibutuhkan VOC dengan harga yang ditetapkan VOC. Kemudian VOC menerapkan sistem Contingenten yang berarti rakyat wajib menyerahkan hasil bumi sebagai pajak.

mata uang voc
Gambar: Mata Uang VOC



D. RUNTUHNYA VOC
Kemunduran dan kebangkrutan VOC terjadi sejak awal abad ke-18 disebabkan oleh banyaknya korupsi yang dilakukan oleh pegawai-pegawai VOC, anggaran pegawai terlalu besar sebagai akibat makin luasnya wilayah kekuasaan VOC, biaya perang untuk memadamkan perlawanan rakyat terlalu besar, persaingan dengan kongsi dagang negara lain, misalnya dengan EIC milik Inggris, hutang VOC yang sangat besar, pemberian deviden kepada pemegang saham walaupun usahanya mengalami kemunduran, berkembangnya faham Liberalisme sehingga monopoli perdagangan yang diterapkan VOC tidak sesuai lagi untuk diteruskan, pendudukan Perancis terhadap negara Belanda pada tahun 1795. Akhir Desember 1799, Pemerintah Belanda memutuskan tidak memperpanjang lagi hak oktroi VOC yang berakhir 31 Desember 1799. Sehingga sejak 1 Januari 1800, VOC dibubarkan secara resmi. Seluruh aktiva dan pasivanya beserta daerah kekuasaan dan juga pemerintahan di daerah-daerah jajahan diambil alih pemerintah belanda. Semenjak itulah riwayat perusahaan dagang terbesar yang hampir 200 tahun berkuasa di Nusantara itu berakhir.


Referensi :
Ivan.2014.Sejarah VOC di Indonesia.(http://pendidikan4sejarah.blogspot.co.id/2012/03/sejarah-voc-di-indonesia.html) diakses pada 12 November 2015.